Panduan Belajar Bahasa Inggris: Materi, Strategi, & Metode untuk Pemula

Bertahun-tahun kita belajar bahasa Inggris, di sekolah hingga bangku kuliah, di tempat kursus, atau bahkan studi secara privat.

Tak terasa, sudah berapa banyak biaya dan energi yang kita keluarkan, hanya sekedar untuk mempelajari bahasa internasional ini.

Hasilnya,,, seperti apa sekarang???

Jawabannya ada pada diri anda sendiri.

Mungkin ada yang mengatakan “masih belum bisa”. Bahkan berbicara dalam bahasa ini pun tidak mampu.

Padahal, waktu yang ditempuh tidaklah sebentar.

Jika demikian, pasti ada yang tidak beres dengan sistem studinya.

Awalnya saya pun mengalami hal demikian. Minder di sekolah, bahkan tidak percaya diri dalam menghadapi bahasa inggris di Ujian akhir nasional.

Namun setelah saya berhadapan dengan sistem dan metode pembelajarannya, kini terasa bagaimana bahasa inggris sangatlah mudah. Tidak ubahnya seperti bahasa-bahasa lain di nusantara.

Apa rahasianya??

Ok,, kini saya bagi tips dan kuncinya, apa saja yang perlu kita lakukan agar dapat benar-benar menguasainya.

Ada tiga segemen yang berkaitan yang perlu anda ketahui. Belajarlah dengan memperhatikan tiga unsur ini.

Yaitu strategi, metode, serta materi belajar yang sekiranya cocok untuk Anda.

Materi adalah bahan-bahan studi yang perlu dipelajari dan diimplementasikan dalam bahasa Inggris.

Strategi belajar menunjukkan pada langkah-langkah yang tidak berkaitan langsung dengan materi studi, namun efeknya sangat berpengaruh pada hasil.

Sedang metode adalah cara mempelajari materi tersebut, sehinga dapat menguasainya dengan cepat dan mudah.

Materi Belajar Bahasa Inggris

Kebanyakan dari kita memulai belajar bahasa inggris dengan grammar (tatabahasa). Dan itu kerap terjadi di bangku sekolah dan lembaga-lembaga formal lainnya.

Pernahkah anda berfikir bagaimana anda dapat memahami dan berbicara dalam bahasa indonesia?

Tentu tidak diawali dengan materi tatabahasa, bukan?

Pertama, anda mendengar, lalu menirukan. Dan hal ini berlangsung terus menerus, hingga anda mahir.

Seperti inilah semestinya kita belajar bahasa.

Masalahannya, kita kan tidak didukung oleh lingkungan berbahasa inggris, tidak ada anggota keluarga yang mengajarkannya.Sehingga tidak dapat mendengar bahasa ini setiap hari.

Jadi bagaimana?

Ingat, kunci dari pembelajaran bahasa adalah menguasai input sebanyak-banyaknya, dan lakukan output sesering mungkin.

Input adalah segala pengetahuan yang diperlukan agar dapat dapat berbahasa dengan baik, sedangkan output adalah praktiknya.

Input bisa berupa pengetahuan tentang vocab (kosakata), expresson / idiom, dan grammar.

Untuk mengetahui semua itu bisa melalui listening (mendengar), atau dengan reading (membaca)

Sedang output adalah praktik terhadap semua input yang kita kuasai tadi.

Artinya, mengetahui vocab, idiom, grammar saja tidak akan berarti jika tidak diimplementasikan.

Dan output ini bisa dilakukan melalui speaking (berbicara) maupun writing (menulis).

Untuk lebih jelas lagi, saya kupas satu per satu.

Input

Jalan masuk input ini melalui dua cara. Terserah apa metodenya. Yaitu melalui telinga dengan mendengar (listening), atau melalui mata dengan melihat / membaca (reading).

Input ini diantaranya adalah:

1. Vocabulary

Bisakah anda berbahasa indonesia tanpa kosakata? atau bahkan bahasa daerah sendiri?

Tentu tidak, bukan?

Intinya, tanpa kosakata, pembelajaran bahasa tidak akan ada artinya.

Seorang balita setiap hari mendengar aneka macam kosakata. Dalam hal ini, sama halnya dia sedang memperbanyak pengetahuan mengenai bahasa yang dihadapi.

Ia mendengar kata “mama” secara terus menerus, hingga akhirnya faham apa maksud dari kata  tersebut.

Dia ipun menirukannya, terutama saat mengeluh dan menangis, karena sedang membutuhkan mama.

Demikian cara balita belajar bahasa.

Nah, jika anda tidak didukung oleh linggkungan berbahasa inggris, maka mau tidak mau harus dengan kesadaran sendiri. Dengan mempelajari kosakata sebanyak-banyaknya.

Ingat, bahasa inggris anda tidak akan meningkat jika tidak ada peningkatan dalam penguasaan kosakata.

Anda dapat berbicara tentang kesehatan, pendidikan, atau bahkan tentang politik, karena anda tahu kosakata yang berkaitan dengan bidang-bidang tersebut.

So, belajarlah vocab dengan sungguh-sungguh.

Banyak materi dan metode belajar kosakata yang bertebaran secara online. Cobalah pilih metode yang paling cocok dengan Anda.

2. Phrases / idiom

Belajar kosakata saja tidak cukup, kita juga memerlukan idiom dan ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan kultur / budaya para native speaker (si penutur asli bahasa inggris).

Bisa dibayangkan, jaka hanya belajar vocab, anda akan mengartikan istilah “peace of cake” dengan “sepotong kue”

  • Peace = sepotong
  • Cake = kue

Padahal ungkapan ini artinya adalah “mudah / gampang”.

  • Andi : Can you speak English? (Apa kamu bisa berbicara dalam bahasa inggris?)
  • Susan: Ah,, piece of cake. (Ah, gampang.)

Ungkapan-ungakapan ini harus dipelajari. Tujuannya, agar tidak salah faham jika native speaker berbicara dengan kita.

Ada juga ungkapan yang cocok diucapkan dalam kondisi-kondisi tertentu, atau dalam konteks tertentu.

  • red handed = tertangkap basah (bukan tangan merah)
  • watch your mouth = jaga mulutmu / jangan bicara sembarangan. (bukan tonton mulut mu)
  • can’t stand = tidak tahan (bukan tidak dapat berdiri)

Demikian seterusnya…

3. Pronunciation

Penguasaan pronunciation diperlukan agar anda dapat berbicara bahasa inggris dengan tepat, dapat melafalkan sebagaimana para native speaker berbahasa.

Dengan belajar pronunciation berarti anda berupaya menirukan mereka. Tidak menggunakan dialek lokal anda.

Coba perhatikan orang india berikut:

Agar dapat melafalkan dengan baik, perhatikanlah pelafalannya saat mempelajari kosakata.

Anda berbicara sesuai dengan kosakata yang anda kuasai. Jika pelafalan pada kosakatanya buruk, maka dapat dipastikan speaking anda juga buruk.

Baca: materi dasar pronunciation untuk pemula

4. Grammar

Tujuan anda belajar grammar adalah agar dapat merangkai kata, sehingga menjadi kalimat yang benar.

Tanpa ini, bisa dipastikan, tatabahasanya berantakan.

Bayangkan jika orang asing bertanya kepada anda dengan kalimat:

Kamu orang siapa punya nama?

Tentu sangat menggelitik di telinga, bukan? Hal ini menandakan dia belum menguasai tatabahasa indonesia.

Demikian juga sebaliknya dengan bahasa Inggris.

Untuk menunjang studi, bacalah pemaparan saya mengenai rangkaian materi belajar grammar.

Ouput

Implementasi terhadap input di atas, secara umum, dapat dilakukan dalam dua hal berikut:

1. Speaking

Berbicaralah dengan sesering mungkin. Implementasikan kosakata / idiom yang anda kuasai.

Ingat, semakin banyak hal ini dilakukan, maka akan semakin baik.

Skill speaking diperoleh bukan dengan teori, melainkan melalui praktik.

Mereka yang pandai bericara karena aktif bericara. Sikap pendiam tidak akan membantu anda menjadi pembicara ulung.

Logis, bukan?

2. Writing

Anda juga dapat mempraktikkan input dengan menulis.

Bisa dengan chatting via WA. Saran saya, bergabunglah dengan grup yang memiliki minat berbahasa inggris. Agar anda dapat menulis sebanyak-banyaknya dengan para anggota.

Atau, bila mau, menulis diari, surat cinta, menulis via blog, dan lain sebagainya.

Intinya, banyak cara yang dapat anda lakukan melalui writing.

Strategi Belajar

Ada hal-hal yang harus anda perhahatikan di segmen ini. Yaitu memperhatikan kejiwaan, fisik, lingkungan, dan timing.

Faktor psikologis

  1. Tanamkan pikiran-pikiran positif tentang bahasa inggris di benak anda. Berpikirlah anda bisa, bahasa Inggris itu mudah. Jika berpikiran “bahasa Inggris itu sulit”, Anda akan malas mempelajarinya.
  2. Kuatkan tekad anda dalam belajar. Banyak mereka yang mahir berbahasa Inggris karena mereka sungguh-sungguh dalam studi. Waktu dan tenaganya dicurahkan. Tidak setengah-setengah.
  3. Jangan gengsi, tetap rendah hati. Belajarlah dengan siapapun yang mumpuni. Jika Anda berusia matang, jangan malu belajar bersama mereka yang mahir, meski usianya jauh di bawah Anda.
  4. Berani mencoba. Artinya jangan malu-malu untuk mengungkapkan bahasa yang anda pelajari. Jangan hiraukan kesalahan yang anda perbuat. Sebab semakin berani anda mencoba, maka akan semakin banyak melakukan praktik. Dari situlah Anda menjadi Mahir.

Faktor fisik

  1. Pastikan Anda menjaga kesehatan. Belajar dalam keadaan sakit, hasilnya tidaklah optimal.
  2. Atur pola makan untuk menunjang studi bahasa Inggris. Anda akan sulit konsentrasi saat lapar dan haus.

Faktor lingkungan

  • Belajarlah di tempat yang nyaman, sesuai dengan tipe anda. Saya sendiri suka belajar di tempat rindang, sejuk, apalagi ditemani dengan secangkir kopi.
  • Hindari gangguan eksternal saat studi. Seperti suara telepon, suara bising, dan lain sebagainya. Matikan juga gadget anda. Sebaiknya tidak teganggu oleh pesan masuk / panggilan telepon saat belajar.  
  • Untuk percepatan studi, upayakan tinggal di tengah lingkungan berbahasa inggris. Seperti di asrama yang mengharuskan anggotanya berbicara dalam bahasa inggris.

Faktor waktu (timing)

Faktor ini juga patut diperhitungkan. Siasati jam-jam senggang Anda.

Belajar di saat-saat sibuk dapat memecah konsentrasi, sehingga hasilnya tidak optimal.

Saya pribadi suka belajar bahasa inggris di jam-jam tenang, seperti di malam hari, atau pagi setelah bangun tidur.

Metode Belajar

Mulailah belajar dari yang mudah terlebih dahulu.

Saya heran, ada beberapa orang yang minta diajarkan materi TOEFL (bahasa inggris tingkat tinggi), padahal mereka adalah pemula tulen.

Ingat, bayi yang baru lahir saja tidak langsung dicekoki nasi. Demikian juga dengan studi anda.

Faham?

Pelajari dengan kosakata harian, atau vocab yang umum digunakan di dunia Anda.

Jangan bebani diri anda dengan fokus mempelajari grammar. Karena hal ini akan membuat anda menjadi semakin pasif.

Nanti, pada saatnya, manakala kosakata Anda sudah banyak, dan dapat berbicara secara alami, silahkan pelajari grammar sedalam-dalamnya.

Ada beberapa metode yang perlu diketahui. Simak dengan seksama. Semoga dapat mempermudah studi Anda.

  • Metode belajar vocab
  • Metode belajar grammar
  • Metode belajar speaking
  • Metode belajar writing
  • Metode listening
  • Metode reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *