pengertian pendidikan islam

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Para Cendekia Muslim

Pendidikan islam dewasa ini ramai dibicarakan di dunia pendidikan. Banyak lembaga dengan sistem yang beragam berupaya menerapkan model pendidikan ini. Mulai dari pesantren hingga sistem sekolah full day.

Namun sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa pendidikan islam itu? Apa definisinya?

Oleh karena itu, artikel ini memuat pengertian pendidikan islam menurut para cendekia muslim secara khusus.

Pengertian Pendidikan Islam

Menurut M. Yusuf al-Qardhawi, pendidikan Islam merupakan pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. [1]

Sementara itu Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.[2]

Sejalan dengan itu, Muhammad Atiyah Al-Ibrasyi berpendapat bahwa pendidikan Islam itu adalah pendidikan yang berdasarkan pada etika Islam, pembentukan moral, dan latihan jiwa.[3]

Sehingga, tujuan akhir pendidikan Islam tersebut adalah membentuk manusia yang bertakwa supaya selamat dalam kehidupannya, sebagaimana tertera dalam Surat Ali Imran [3] ayat 102;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran [3]: 102).

Pendidikan Islam dapat juga diartikan dengan pengembangan pikiran manusia dan penataan tingkah laku serta emosinya berdasarkan Agama Islam, dengan maksud merealisasikan tujuan Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat yakni dalam seluruh lapangan kehidupan.[4]

Baca juga:

Secara lebih teknis Endang Saifuddin Anshari memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai proses bimbingan (pimpinan, tuntutan, usulan) oleh subjek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, dan sebagainya) dan raga objek didik dengan bahan-bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran Islam.[5]

Sedangkan yang dimaksud pendidikan Islam di sini adalah upaya mempersiapkan anak didik atau individu dan menumbuhkan baik jasmani maupun rohaninya agar dapat memahami dan menghayati hakekat kehidupan dan tujuan hidupnya mengapa ia diciptakan, dan dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi dirinya dan umatnya.


[1] Yusuf Al-Qardhawi, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna. Penerjemah Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), h. 157.

[2] Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam (Bandung: Al-Ma`arif, 1980), h. 94.

[3] Muhammad Atiyah Al-Ibrasyi, Dasar-Dasar Pendidikan Islam. Penerjemah Tasirun Sulaiman, cet. II (Ponorogo: PSIA, 1991), h. 1.

[4] Abdurrahman An-Nahlawi, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Penerjemah Herry Noer Ali (Bandung: CV. Diponegoro, 1989), h. 49.

[5] Endang Saifuddin Anshari, Pokok-pokok Pikiran tentang Islam (Jakarta: Usaha Enterprise, 1976), h. 85.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *