penggunaan bahasa slang

Mau Tahu Penggunaan Bahasa Slang ? Simak Dampaknya di sini !!

Penggunaan bahasa slang tidak bisa lepas dari pergaulan. Sebab bahasa slang adalah bahasa gaul yang digunakan dalam situasi nonformal.

Hampir setiap bahasa dari berbagai bangsa memiliki bahasa pergaulan. Di Indonesia, kita mengenal kata-kata seperti codot, comel, kampret, kecebong, dan lain sebagainya. Bahasa slang biasa mengandung arti dan maksud berbeda.

Di Musim politik, KAMPRet dan Cebong pada RIBUT…

Mengingat luasnya cakupan bahasa Slang, uraian ini sengaja dikrucutkan pada slang bahasa Inggris.

Baca kembali daftar lengkap seputar jenis dan contoh Bahasa Slang

Ciri bahasa slang

Secara umum, ada tiga ciri bahasa slang yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Kata-katanya sangat tidak formal
  • Paling umum dipakai dalam speaking daripada writing
  • Digunakan dalam konteks dan kelompok tertentu

Bahasa pergaulan kerap menggunakan kata-kata yang non-formal, dan banyak sekali penyingkatan.

Ada juga bahasa slang yang hanya difahami oleh kelompok tertentu. Biasanya terjadi pada kelompok tertutup. Seperti kata 420 yang artinya “Marijuana”, berlaku di kalangan pengedar narkoba.

Jenis bahasa Slang

Ada tiga jenis bahasa slang yang kerap digunakan, yaitu;

1. Offensive

Hati-hati jika kamu menggunakan bahasa jenis ini. Bahasa slang yang bersifat offensive cenderung menyerang, menjatuhkan dan menghina orang.

Umumnya kata-kata slang yang offensive diucapkan saat marah, kecewa, stress.

Contoh, jika anda memanggil seseorang dengan kata “airhead”, pasti ia akan merasa terhina. Dan kata tersebut berarti bodoh/stupid.

Dalam bahasa Indonesia, kita mendengar istilah sejenis, yaitu otak udang.

2. Vulgar

Bahasa slang jenis ini cenderung cabul, dan bernuansa seks. Dalam budaya ketimuran, penggunaan bahasa ini kerap dihindari.

Seperti kata “fuck, cunt, blowjob, dan lain-lain”.

3. Taboo

Bahasa tabu merupakan bahasa yang sangat tidak etis diutarakan berdasarkan budaya.

Dampaknya sangat siginifikan jika digunakan. Bisa jadi menimbulkan tindakan refresif.

Seperti jika kamu mengatakan “neger” kepada orang berkulit hitam di Amerika, hampir 99% bogem mentah bisa mendarat ke muka. hhhh.

BAca juga:

1. Perbedaan Should, Had Better dan Aught to
2. Penggunaan, Arti, Contoh Need dan Dare dalam Kalimat
3. Uraian Lengkap Arti, Pola dan Contoh Simple Sentence
4. Pengertian, Penulisan dan Contoh Compound Noun
5. Perbedaan dan Daftar Lengkap Contoh Countable dan Uncountable Noun

Dampak Penggunaan Bahasa Slang

Penggunaan bahasa slang bisa berbuah manis, bisa juga menimbulkan dampak negatif. Tergantung pada konteks penggunaannya.

Berbuah manis jika memang diucapkan kepada orang yang sudah akrab, moodnya baik, dan membanggakan dirinya.

Contoh: Fuck.. you look handsome, dude! (Sial, kamu kelihatan ganteng, kawan!)

Atau diucapkan kepada orang yang masuk dalam kelompoknya. Sehingga ucapannya bisa diterima.

Hit me 420 !! (Beri gua marijuana!)

Perlu di ketahui, penggunaan kata slang juga dominan berdampak negatif. Orang bisa marah, kecewa, dan bahkan menimbulkan hal-hal tidak terduga.

Hal ini disebabkan karena penggunaannya tidak tepat. Bisa jadi karena orang yang diajak bicara tidak dikenal, atasan kerja (berkedudukan terhormat), moodnya sedang tidak baik, tempramental. Atau karena situasinya dalam lingkup formal, seperti dalam meeting, speech, Interview kerja, dan sejenisnya.

Fuck !! You mess it up. (Sial !! kamu mengacaukannya !)

Do you give me a job, fucker ?? (Apa kamu beri aku suatu pekerjaan, brengsek?)

Jika digunakan, orang bisa MARAH, 100% kamu ditolak kerja, atau bahkan di pecat.

Oleh sebab itu, hindari penggunaan bahasa slang terhadap orang-orang di atas, dan pada situasi formal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *